Perjalanan mengantar Ambulance karoseri adiputro untuk Panti asuhan Dorkas di Gunung sitoli Nias.

panti dorkas

image by: Balog

Akhirnya, hari –hari yang di tunggu sampai juga, kesempatan pertama saya mengantar kendaraan baru ambulance made in Adi putro ke pulau Nias terlaksana. Pada hari kemis pagi kami bertiga , saya dan teman Hamba Tuhan beserta anak nya yg masih berumur 3 Tahun , tepat Jam 8.00 pagi kami memulai perjalanan jauh ini, berangkat dari bilangan Jakarta Barat menuju Pulau Nias di Sumatera utara.
Persiapan terasa sudah lebih cukup, snack, air gallon, peta dan baju jaket dan lain-lain sudah tersedia. Dengan bawahan sekitar 400 kilogram di belakang kabin brangkar ambulance, kendaraan dapat di pacu kencang di Jalan toll Jakarta-Merak.Dengan tidak ada kendala sedikitpun kami sampai di pelabuhan Merak . , dengan membayar ongkos tambang sekitar Rp. 232.500.- tiket fery dengan penumpangnya, kendaraan di arahkan menuju lambung fery yang telah menunggu.Tidak lama kami berlayar di laut yang tenang , kami sampai dengan selamat di pelabuhan Bakahuni Lampung.
Saya yang sejak dari Jakarta-barat memegang kemudi, meneruskan perjalanan menuju kalianda, dan istirahat pertama untuk makan siang di kawasan ini, yang terkenal banyak restorant untuk istirahat makan siang. Perjalanan di teruskan menuju Bandar Lampung terus tanpa berhenti tujuan kota berikutnya Kotabumi, keluar kota Bandar Lampung ada sedikit jalan yang rusak dan bergelombang serta debu berterbangan, akibat aspal yang terkelupas tidak karuan.Selepas itu jalan baik mulus dan sampai dengan selamat di kotabumi, dan kembali kami beristirahat dan makan malam di kotabumi.
Sehabis makan dan istirahat , perjalanan di lanjutkan menuju bukitkemuning, karena jalan sudah menjadi gelap, kemudi diambil alih oleh teman dengan tujuan kota Baturaja ,Tanjung enim , Muara Enim , Lahat , terus ke Lubuklinggau,.Tidak banyak yang dapat di lihat di sepanjang jalan ini kecuali antrian di setiap pom bensin untuk mengisi bensin yang terasa sangat kurang di daerah penghasil menyak mentah ini,.Selepas tanjung Enim , kemudi diambil ahli lagi oleh saya, sehabis mengisi solar di kota ini,Perjalan ini tidak mendapat kendala yang berarti selain rasa kantuk yang kadang-kadang menyerang. Melewati Lahat menuju Lubuklinggau di malam gelap, sebetulnya sangat rawan dari pencegatan Rompak, Namun Tuhan membantu, sepanjang jalan kami menghidupkan lampu hazart ambulance , sehingga tidak menarik perhatian bagi yang ingim berbuat jahat pada kendaraan ini.
Menjelang subuh kami, telah masuk di kota Lubuk Linggau, rekan saya segera mengontak rekan sesama Hamba Tuhan untuk mendapat sekedar tumpangan mandi dan Istirahat serta makan pagi, kami bertiga di sambut dengan ramah, dan di persilahkan untuk mandi dan di jamu makan pagi bersama jemaat yang ikut kebaktian doa pagi itu. Kami makan semeja hidangan Bakmi khas LubukLinggau yang aduhai nikmatnya pagi itu.
Setelah makan dan istirahat sekitar Jam 8.00 pagi kami telah berada di atas kendaraan dan meneruskan perjalanan panjang dengan target selanjutnya kota Sibolga. Kendali kendaraan lagi-lagi oleh saya, ya memang dari semula sudah di rencanakan , bila pada hari siang saya yang mengendarai kendaraan tersebut, nanti menjelang malam baru di Ganti oleh rekan saya.
Kini kami mengambil jalan ke utara menuju kota Sorolangun di propinsi Jambi selepas dari propinsi Sumatera selatan, kami menyusuri jalan lintas tengah trans sumatera yang terkenal itu.Jalan yang panjang tidak berujung, turun naik dengan pemandangan hutan tropis serta perkebunan sawit yang sejauh memandang hijau terhampar luas. Dengan tidak mengalami hal yang berarti, kami masuk kota Bangko untuk istirahat makan siang di sebuah restorant yang menyediakan dendeng manjangan katanya, daging manjangan terkenal keras dan kasar sehingan banyak yang di dendeng untuk menemani nasi yang masih mengepul.
Kami selalu mengamati pom pengisian solar, mengingat tanda-tanda kekurangan pasokan bahan bakar di sepanjang kota besar kecil di trans Sumatera terlihat nyata, antrian panjang yang ingin mengisi bensin mengular keluar sampai ke jalan raya, sedangkan pedagang kecil mengecer bensin disekitar pom tersebut, di sini terlihat, pom bensin tidak kuasa untuk menertipkan pengisian bensin melalui jerigen oleh para pedagang yang mengambil kesempatan langkah nya bahan bakar tersebut. Untuk mengatasi dan mengantisipasi keadaan tersebut, kami memutuskan untuk mengisi solar setiap tanda penunjuk solar sudah separoh tangki terpakai. Akibatnya kami sering berhenti unuk sekedar buang air kecil sambil mengisi solar di sepanjang jalan raya ini.
Tampa terasa kami terus jalan tanpa berhenti , memasuki kota Muarobongo yang sangat ramai dengan perdagangan kendaraan komersil dan bahan baku serta sparepart untuk keperluan kebun-kebun di propinsi Jambi ini. Selepas kota Muarabungo kami siap-siap memasuki propinsi Sumatera barat di kotabaru kabupaten Dharmasraya , dari kota ini kami merencanakan menuju Bukittinggi melalui Sawahlunto ,Solok, Singkarak di kabupaten tanah datar, hari telah menjelang malam, di solok saya diganti oleh rekan untuk mengemudikan ambulance ini menyusuri kota Singkarak dan danau Singkarak yang datar sebelum masuk ke kota Bukittinggi yang berkelok dan istirahat makan malam di kota sejuk Bukittinggi.
Jam menunjukankan jam 21.00 malam, kami tergoda ingin beristirahat dan menginap di kota ini, mengingat sudah hampir 2 hari belum tidur nyenyak., namun setelah di kalkulasi , untuk tidak terlalu terlambat kembali dari tugas ini, kami memutuskan untuk terus jalan ke kota Padangsedempuan dan Sibolga , pelabuhan fery di ujung barat sumatera utara. Hal ini terpaksa kami lakukan untuk mengejar jadwal fery pada hari sabtu malam di pelabuhan kota Sibolga, bila tidak ingin tertinggal fery yang aktif lagi pada hari senin malam. Tidak banyak pikir, saya mengambil kemudi dan meneruskan perjalanan ke kota padangsidempuan., Jalan yang sempit di barengi hujan,tidak banyak yang dapat di lihat di lintasan ini, mengingat kami melintasi punggung gunung ber-liku dimalam menjelang pagi yang gelap gulita, tanpa penerangan kecuali lampu mobil sendiri. kami bahu membahu bergantian menyusur kota di kabupaten Limahpuluh kota , Lubuk sikaping serta kota-kota di kabupaten Pasaman di propinsi Sumatera Barat. Selepas Kabupaten Pasaman kami siap memasuki propinsi Sumatera Utara, Muara sipongi,kotanopan , Panyabungan terus ke Padangsidempuan.
Di luar kotanopan di pinggir gunung dengan jalan Sempit , Turun naik dan ancaman hujan deras dan longsor, kira Jam 2.30 dini hari, kami pun beristirahat untuk melepaskan lelah dan minum kopi panas di sini kota yang terkenal dengan produsen kopi yang baik di Nusantara ini. Beruntung kami dapat bertanya pada pengendara bus Satu Nusa trayek Padangsidempuan-Padang yang sedang beristirahat dan pengunjung lain disana , tentang situasi jalan menuju Sibolga, semula kami akan mengambil jalan aman menuju kota Tarutung kabupaten Tapanuli Utara di utara dan turun keselatan menuju Sibolga, Namun saran supir dan pengunjung warung kopi tepi hutan ini, agar mengambil jalan pintas dari Padangsidempuan terus ke Batangtoru , Lumut, terus ke sibolga. Akhirna jalan tersebut itu kami lalui pada pagi hari sesampai nya di Padangsisempuan .
Singkat cerita pada Jam 8.00 Kami telah tiba di kota sibolga setelah berjuang menyusuri jalan sempit ber gelombang di Batangtoru- Sibolga.
Setelah mengurus tiket penyebrangan seharga rp.1.114.500,. kami pun masuk hotel melati di sekitar pelabuhan untuk menunggu malam untuk menyeberang ke pulau Nias.
Setelah berlayar semalaman, kami tiba degan selamat di pelabuhan Gunung sitoli di pulau Nias, dengan demikian usai juga tugas kami mengantar ambulance sumbangan dermawan untuk Panti Dorkas di Teluk Belukar Gunungsitoli Nias.
salam
balog

7 Tanggapan

  1. artikelnya menarik…
    nice post

    salam kenal..

  2. Mantap artikel perjalanan nya,brti kmren aq yg koment bpak ngpain disibolga trnyta antar ambulance ya?

  3. nice article….thanx for share

  4. mitsubishi L300 diesel..memang tangguh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: